Pelarangan Gatot Masuk Amerika Disebut-sebut terkait Pilpres 2019

by -140 views

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai pelarangan otoritas Amerika Serikat kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk masuk wilayah hukumnya, terkait dengan Pilpres 2019. Jenderal Gatot dianggap sangat dekat dengan umat Islam dan itu membuat Amerika tidak senang.

“Pak Gatot ini rising star di kalangan umat Islam. Pesan Amerika  jangan pilih Gatot di Pilpres 2019. Itu massage-nya,” ungkap Mardani dalam diskusi publik Gerakan Nusantara (GN) Center dengan tema “Insiden Cekal Panglima TNI: Apa Maunya Amerika?” di Bangi Kopi Tiam, Jakarta, Jumat (27/10/2017)

Anggota Komisi II DPR itu mengatakan, dari penolakan tersebut dapat dilihat betapa Amerika mempunyai interest tertentu terhadap Gatot. Padahal, lanjutnya, kehadiran Jenderal Gatot diundang secara resmi oleh Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph Dunford.

“Pak Gatot ini diundang resmi dan telah lapor ke Presiden,” kata Mardani.

Mantan ketua pemenangan pemilu Anies-Sandi itu menilai, insiden tersebut bisa dikatakan telah mempermalukan Jenderal Gatot dan juga negara Indonesia.

“Mestinya tidak dengan cara dipermalukan seperti itu. Jenderal Gatot sudah datang bawa istri lagi,” terangnya.

Atas peristiwa pelarangan Jenderal Gatot tersebut, menurut Mardani, harus menjadi catatan serius bagi negara. Sudah saatnya, Indonesia memperlihatkan taringnya bagi negara-negara lain, tak terkecuali Amerika.

“Ini catatan besar dari Amerika cara diplomatik memperlakukan pejabat negara Indonesia. Yang jelas apa yang dilakukan Amerika tidak memperhatikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan setara dengan Amerika,” tandas dia.