Karena Video Seks, Politisi Perempuan di Irak Ini Gagal Menjadi Caleg

by -143 views

Intidhar Ahmed Jassim adalah politisi bergelar doktor yang berlatar belakang dosen dalam bidang ekonomi dan administrasi al-Muntansaryah University di Baghdad harus mundur dari upayanya merebut kursi di Parlemen Irak, di tengah skandal video seks yang menyebar viral.

Jassim yang diketahui dicalonkan oleh partai koalisi pendukung Perdana Menteri Haider al-Abadi menjadi sasaran tuduhan, Jassim membela diri. Ia mengatakan bahwa video seks itu palsu dan rekayasa belaka.

“Aku merasa sedih, bangsa yang besar ini percaya dengan rekayasa busuk para politisi yang berupaya merusak reputasiku dengan mempublikasikan video palsu,” kata dia, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (21/4/2018).

“Semua orang tahu keluargaku, mengenal suamiku Dr. Saad Salih al-Hamdani, pengajar di Dijla University Bagdad,” kata Jassim. “Aku adalah anak kandung bangsa ini, Intidhar Ahmed Jassim. Tolong, tolonglah, jangan dengarkan rumor yang menyebar.”

Sebagaimana yang diberitakan, pada hari Rabu 18 April 2018, di tengah kampanye mendadak muncul video seks berdurasi tiga menit di media sosial. Rekaman yang menyebar seantero negeri tersebut mempertontonkan seorang perempuan dan pria sedang berhubungan badan. Penampakan perempuan tersebut, suara, dan apa yang ia katakan tentang dirinya sendiri, mengarah pada dugaan, sosok itu adalah Jassim.

Namun, dalam hitungan jam dari komentarnya yang dilontarkan pada Kamis, dia mengajukan pengunduran dirinya kepada Komisi Pemilihan Umum Irak dan mundur dari Koalisi Juara.

Belum jelas alasannya mengundurkan diri, tapi ada sejumlah laporan bahwa para caleg perempuan dilecehkan di media sosial setelah masa kampanye dimulai pekan lalu.

Dalam pernyataan pengunduran dirinya, Jassim menegaskan ia tidak mencari posisi atau uang dan pengabdian pada negara adalah sesuatu yang penting baginya. Konstitusi Irak mensyaratkan setidaknya seperempat, dari 329 anggota Dewan Perwakilan, adalah perempuan.